Musim Dingin yang Hangat

11/23/2018 by in category Cerpen, Guru with 0 and 1
Home > Karya > Karya Sastra > Cerpen > Musim Dingin yang Hangat

Musim Dingin yang Hangat

RIYADUL MAISAH- SMP AR RAFI DRAJAT

 

Pada suatu hari di sebuah hutan yang lebat ada satu sahabat yaitu Kelinci dan Monyet, mereka tinggal dirumah bersama dan selalu bermain bersama. Monyet selalu malas jalan, malas pergi keluar dan inginnya di rumah saja tapi Monyet sangat baik kepada siapapun. Kelinci selalu riang, selalu semangat dan suka ceroboh. Saat siang hari, kelinci mendengar berita bahwa musim dingin sebentar lagi akan datang.

 

“Monyet, sebentar lagi musim dingin akan tiba,” teriak Kelinci, lalu Monyet menjawab, “Apa?” kata Monyet yang masih mengantuk. “Ini sudah siang loh, masa tidur terus,” kata Kelinci yang berusaha membangunkan Monyet. Monyet pun tidak bangun dan terus melanjutkan tidurnya.

 

Satu hari sebelum datang musim dingin, Kelinci merencanakan akan mengumpulkan makanan untuk persiapan di musim dingin. Kelinci mengatakan, “Monyet apakah kamu mau ikut denganku mencari makanan untuk persiapan besok?”

 

Monyet menjawab, “tidak, aku malas jalan.”

 

“Baiklah, aku akan mengumpulkan makanan sendiri saja,” kata Kelinci kecewa. Monyet hanya melihat Kelinci keluar dari rumah.

 

Saat sampai sore hari, Kelinci belum juga pulang. “Apakah kelinci mengumpulkan banyak makanan? kenapa belum pulang juga,” kata Monyet heran. “Paling juga bentar lagi pulang aku tunggu saja.” kata monyet santai. Monyet pun tertidur dan Kelinci pun belum juga kembali padahal saat malam hari musim dingin telah tiba.

 

Keesokan harinya

 

, Monyet terbangun dari tidurnya dan suasana di rumahnya sangat dingin karena musim dingin telah tiba.Monyet pun kaget melihat bahwa Kelinci belum juga pulang dari mencari makanan. “Apakah aku mencari Kelinci saja,” Monyet pun segera keluar dan mencari Kelinci.

 

Di jalan tidak kelihatan apapun karena salju turun dengan sangat lebat, Monyet mengambil jalan di pohon-pohon sambil bergelantungan. Dan Monyet pun berteriak, “Kelinci kamu ada dimana?” Monyet terus berteriak diulang-ulang dan belum juga ada jawaban. Sampai ada terdengar suara, “Di sini..,Monyet tolong aku,” teriak Kelinci.

 

Monyet pun turun dari pohon dan lari mendekati sumber suara dan saat sampai disana ternyata Kelinci terjebak saat perjalanan pulang di bawah pohon, kakinya terselip di bawah akar pohon. Lalu Monyet membantu mengeluarkan Kelinci. “Maafkan aku Kelinci, seharusnya aku ikut mencari makanan bersamamu,” kata Monyet menyesal, Kelinci pun menjawab, “Tidak apa-apa aku terjebak di sini juga belum lama.Mereka berdua pun pulang ke rumah dan istirahat.”Tahun ini musim dinginnya sangat mengesalkan.” kata Monyet.

 

Akhirnya Monyet pun selalu bersama-sama dengan Kelinci dan Monyet pun tidak akan pernah meninggalkan Kelinci sendirian lagi. Kemanapun mereka selalu bersama dan mereka berdua hidup dengan bahagia meskipun udara sangat dingin namun persahabatan membuat musim dingin menjadi hangat.

Dinas Pendidikan Kota Bandung 2017