STOP Menyingkat Kata

11/12/2018 by in category Artikel, Guru with 0 and 2
Home > Karya > Karya Ilmiah > Artikel > STOP Menyingkat Kata

STOP Menyingkat Kata

Livia Sintiani SPd. SD.(SDN 169 Pelita Kec. Cibiru0

Sudah menjadi kebiasaan kebanyakan orang, menyingkat kata dalam penulisan di media sosial. Menyingkat kata karena alasan malas menuliskan kata-kata yang panjang, apalagi ketika kita mengirim pesan atau ingin terdengar lebih keren.

Seperti contoh berikut ini:

“Tks sdh bsedia mngajak sy!”

“Mngapa km tdk dtang?”

“Di order bun bj barunya bgs2 lho!”

“ Mnt noreknya dong!”

Tanpa kita sadari kebiasaan itu terus menjamur di semua kehidupan kita, Selurus lapisan masyarakat, mulai dari anak kecil sampai dewasa. Mulai dari anak sekolah dasar sampai para penjabat , semua menggunakan cara menyampaikan kalimat dalam media dengan cara disingkat.

Sebenarnya kebiasaan itu akan berdampak pada kehidupan selanjutnya, bahkan untuk anak sekolah dasar penulisan itu bisa menjadi kebiasaan.

Tanpa kita sadari sesuatu yang seharusnya tidak wajar menjadi wajar dan akhirnya menjadi kebudayaan.

Apakah itu jadi sesuatu yang benar?

Tidak. Itu akan menjadi budaya yang salah. Tidak kita sadari kebiasaan yang kita lakuan itu mengurangi makna kata itu sendiri dan akhirnya merusak keindahan bahasa Indonesia.

Kita para guru sebaiknya mulai membenahi diri. Kita rubah cara kita menyampaikan kalimat dengan cara disingkat. Kita bangun anak didik kita untuk memperbaiki cara penyampaian tidak dengan cara disingkat. Karena jika itu terbawa sampai dewasa, kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan nanti pada saat mereka diminta membuat karya tulis. Tentu kita tidak mau anak didik kita gagal.

Banyak hal yang bisa kita dapatkan saat kita terbiasa menuliskan kata tanpa disingkat. Penulisan yang benar bisa menjadi kebiasaan baik bagi penulis pemula. Ini adalah langkah kecil untuk menjadi penulis hebat.

Menurut Achmad Siddik, salah satu pengajar di USU Medan , dengan kita menggunakan bahasa Indonesia yang benar maka kita telah:

  1. Menghargai bahasa.
  2. Melestarikan bahasa. Bahasa akan lestari bila digunakan atau dimanfaatkan secara benar, sebaliknya bahasa justru akan rusak keberadaannya bila mulai diubah pemakaiannya (penulisannya).
  3. Menghormati orang lain. Bahasa menunjukkan penghormatan. Pada saat kita menuliskan kata-kata dengan sempurna, pihak yang membacanya akan merasa dihormati dan dihargai.
  4. Bangga memakai yang benar. Menuliskan bahasa sesuai aturan, akan membawa kebanggaan tersendiri. Rasa bangga dengan bahasa sendiri menjadi sangat penting di zaman sekarang seiring menjamurnya penggunaan bahasa gaul.
  5. Mendidik diri untuk memakai yang benar. Dengan konsisten menerapkan penulisan kata yang benar, kita sebenarnya sudah mendidik diri sendiri untuk konsisten pada sesuatu yang benar. Orang lain pun akan terinspirasi pada konsistensi kita.

STOP menyingkat kata!.

Hargailah bahasa Indonesia, salah satunya adalah dengan menerapkan penulisan yang benar.

Mari kita cintai bahasa Indonesia.

 

Selesai

Dinas Pendidikan Kota Bandung 2017