TRAGEDI DI KOTA KEMARAU

11/19/2018 by in category Cerpen, Guru with 0 and 3
Home > Karya > Karya Sastra > Cerpen > TRAGEDI DI KOTA KEMARAU

TRAGEDI DI KOTA KEMARAU

CERPEN KARYA :  Riyadul Maisah ( Guru SMP Ar RAfi’ Drajat )

Siang itu, matahari menatap tajam wajah bumi, saat seorang gadis kecil dengan wajah tertunduk berjalan menuju Masjid Agung Alun-alun Kota Bandung. Baginya tanah yang ia pijak adalah sahabat pengaduannya. Wajahnya melukiskan ada ketenangan bergaris tengah kegelisahan. Ia selimuti tubuhnya dari terik matahari dengan keringat yang senantiasa menetes, bak goresan takdir kehidupannya. Sementara tangannya mengikat erat beban yang sedari tadi dia pikul seberat 20 kg. Gadis kecil itu bernama Zari, namun ia lebih suka orang memanggilnya Bano karena ia sangat mengagumi kisah hidup seorang gadis yang diikat oleh tradisi ketidakadilan bernama Bano Qaisha Shahraz.
Bano, seorang gadis berlatar belakang tak jelas, yang berjalan dengan kaki pincang terpangkas tajamnya misteri kehidupan. Ia habiskan hari-harinya bermain dengan seribu pertanyaan yang dia rangkum dalam lingkaran teka-teki. “siapa aku?”. Ia tumbuh bersama kegelisahan dan ketidaktahuan kemudian menambatkan hatinya dalam pengasingan dipojok komunitas anak-anak dibawah umur sebagai pekerja menjual cobek. Bagi Bano, asalkan dia bisa makan dan minum untuk sekedar memanjakan perutnya, itu jauh lebih cukup.
Suara adzan berkumandang bagai suara lebah yang bergelombang, berputar-putar di angkasa langit-langit Masjid, kemudian terus terbang sebari berseru : Allohuu akbar-Allohu Akbar…….”. Dan tubuh-tubuh bersila itu tetap dengan pujian dan kidung suci. Wajah-wajah mereka bagai sebuah bingkai yang berisi penuh dengan kaligrafi berhias bunga-bunga indah.
Tubuh-tubuh itu adalah tubuh yang senantiasa menikmati kehidupan dengan sempurna. Mereka berlindung di balik tembok masjid agung ini hanya sekedar memunajat kemudian membentuk barisan untuk menjalankan solat.

 

CERPEN RIYADUL MAISAH- TRAGEDI KOTA KEMARAU-converted

Dinas Pendidikan Kota Bandung 2017