Blog

22/09/2022

Akan Seperti Apa Wajah Indonesia di Masa Depan? Itu Tergantung Ibu Bapak Guru Mendidik Peserta Didik

Bandung – Indonesia akan menghadapi era bonus demografi pada 2030 hingga 2040 mendatang bukan lagi kabar baru, maka diperlukan perencanaan yang matang. Sehingga program Indonesia 2045 Emas dapat terwujudkan.

Pendidikan menjadi salah satu sektor terpenting dalam menghadapi era tersebut. Karena pondasi generasi yang memiliki karakter dan kompetensi melalui pendidikan di sekolah. Sehingga peran guru sangat penting untuk mengubah wajah Indonesia di masa yang akan datang.

Guru SDN 083 Babakan Surabaya Bandung, Arini Gustiyani menjelaskan mendidik siswa generasi ssekarang untuk masa depan yang pertama adalah adaptif. Sebagai guru harus lebih adaptif karena perkembangan zaman dan digitalisasi.

Pasalnya siswa generasi z lebih melek teknologi dan media. Sebagai guru tidak boleh tertinggal dan terus belajar untuk menyesuaikan.

“Mereka itu lebih pintar daripada gurunya. Nah, jangan mau kalah sama anak karena kita juga harus lebih pintar,” kata Arini disela kegiatan Pelatihan Kompetensi Guru Jenjang SD melalui Strategi Pembelajaran berbasis Kontekstual yang Berdeferensiasi di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Rabu (21/09/2022).

Kedua, guru haru kreatif. Kenapa? karena anak zaman sekarang itu lebih kepada pemikiran-pemikiran yang lebih out of the box sehingga untuk menyeimbangi guru harus kreatif. Ketiga, persiapkan anak untuk lebih banyak bergerak.

“Karena yang harus dibangun adalah bukan hanya pengetahuan tapi juga mentalitas, ini penting dalam menghadapi dunia,” ujarnya.

Guru SDN 161 Sukapura Bandung, Aditia Perdana menjelaskan selain akademik pendidikan karakter pun penting untuk bersiap menghadapi masa depan. Sehingga pendidikan karakter ini harus dikenalkan sejak dini.

Sebagai guru penerapan pendidikan karakter diawali dari hal yang sederhana, seperti mengucapkan maaf saat salah, minta tolong saat meminta bantuan dan terima kasih setelah mendapat bantuan dari orang lain.

“Itu dari hal sederhana tapi bisa membentuk sebuah karakter, sebagaimana teori belajar karakter dari teori belajar behavioristik, bahwa pembentukan karakter diri sendiri itu berdasarkan dari lingkungan dan dari apa yang kita peroleh dan yang kita ucap,” jelas Aditia.

Hal senada pun diungkapkannya, bahwa guru haru memiliki cara kreatif dalam belajar mengajar di sekolah. Ini akan membuat pembelajaran semakin menarik, menyenangkan sehingga peserta didik dapat memahami apa yang guru sampaikan. Hal ini sejalan dengan program Merdeka Belajar yaitu pembelajaran yang menyenangkan.

“Cara supaya lebih menarik yaitu bagaimana dengan peningkatan yang namanya 6C yaitu Collaborative, Communication, Creative Thinking, Critical Thinking, Character dan Citizenship. Dengan adanya 6C kita dapat meningkatkan karakter-karakter anak supaya bisa dapat lebih baik lagi di masa depan.” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar menyampaikan Guru sebagai agent of change karena mengabdikan diri dan berjasa dalam mencerdaskan peserta didik. Hadirkan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga pengetahuan yang disampaikan bisa dipahami dan ini jadi modal untuk menghadapi era Indonesia Emas 2045.

“Jika anak cerdas maka akan mewarnai Indonesia di masa yang akan datang. Akan seperti apa wajah Indonesia itu tergantung Bapak Ibu guru mendidik peserta didik saat ini. Jadikan generasi ini pemimpin yang hebat,” tegas Hikmat.

Tentu saja, di masa depan ada tiga generasi yang akan berkolaborasi dan bekerja sama untuk bangsa Indonesia yaitu generasi yang generalis, spesialis dan pancasilais. *** (fat/irv)

 

Tim Kehumasan Dinas Pendidikan Kota Bandung

 

Dinas Pendidikan , ,
About