Bandung – Dinas Kesehatan Kota Bandung menggelar pilot project kegiatan vaksinasi massal bersama Dinas Pendidikan di Kecamatan Arcamanik. Vaksinasi kewilayahan ini diikuti oleh 500 orang yakni 400 ASN dari unsur Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) dan 100 non PTK meliputi tokoh agama.

Kegiatan vaksinasi massal ini merupakan pilot project atau sebagai percontohan sebuah kolabirasi dan sinergitas dari unsur pendidik, tenaga kesehatan, aparat, dan kewilayahan. Sehingga patut diapresiasi dan dicontoh dalam penanggulangan penyebaran Covid-19 di Kota Bandung.

Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sekolah Dasar, Fajar Nugroho menjadi perwakilan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, melakukan monitoring vaksinasi mssal yang dilakukan di SDN Bina Harapan, Kamis (01/04/2021). Monitoring dilakukan mulai dari meja pendaftaran, skrining kesehatan, vaksinasi, dan observasi.

Menurutnya, guru menjadi salah satu sasaran pemerintah dalam program vaksinasi Covid-19. Target Disdik Kota Bandung, seluruh PTK harus sudah tervaksinasi pada Juni 2021 mendatang. Hal ini sebagai upaya mendukung rencana persiapan menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas sesuai isi Surat Keputusan Bersama 4 Menteri.

“Maka, kami menghimbau agar seluruh PTK dapat mengikuti kegiatan vaksinasi ini dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, guna menekan penyebaran Covid-19. Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” jelas Fajar usai monitoring di SDN Bina Harapan, Bandung, Kamis (01/03/2021).

Kepala Bidang Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr. Sony Adam menjelaskan, kegiatan vaksinasi massal bagi ASN, guru, dan tokoh agama di Kecamatan Arcamanik berjalan dengan lancar. Semua pihak kooperatif dan ini sebagai upaya untuk kembali memulai kehidupan normal.

“Semua kooperatif sesuai arahan yang diberikan. Saya berpesan kepada seluruh pihak termasuk guru untuk saling bantu mempromosikan protokol kesehatan 5M. Ditambah kita kuatkan dengan vaksinasi, sehingga semua bisa beraktivas lagi seperti biasa,” ujar Sony di SDN Bina Harapan, Bandung, Kamis (01/03/2021).

Dalam pelaksanaan vaksinasi, semua pihak bersinergi, berperan dan bertanggung jawab atas tugas-tugas yang telah diarahkan. Ketika ada yang berkerumun saat vaksinasi, petugas dengan sigap menegur dan diarahkan untuk disiplin protokol kesehatan.

Selain itu, para peserta atau penerima setelah menerima vaksinasi dan mendapat sertifikat diimbau untuk berfoto di tempat yang telah disediakan petugas. Hal ini bukan sekedar untuk tanda bukti sudah divaksin melainkan sebagai kampanye atau ajakan kepada seluruh masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam program vaksinasi massal tersebut. *** (fat/irv)

 

Tim Humas Disdik Kota Bandung


Editor: Siti Fatonah