Bandung – Pegawai Sipil Negara (PNS) tidak sebatas melayani secara tugas dan fungsi, pada era digitalisasi perlunya inovasi yang berdampak pada kebermanfaatan. Melalui Sistem Akselerasi dan Evaluasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (SAE PTK) hadir mengintegrasikan seluruh proses pembinaan PTK di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bandung.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P3TK) Dinas Pendidikan Kota Bandung, Ahmad Asikin menjelaskan, adanya urgensi transformasi, tuntutan regulasi dan realitas di lapangan. Berdasarkan hasil asesmen kompetensi pendidikdan tenaga kependidikan (AKPTK) tahun 2025 yang di akses oleh, sebanyak 15.977 Guru pada realitasnya masih ada pendidik pada level kompetensi paham, dasar dan menengah. Disamping itu, hasil screening sederhana juga masih terdapat kesehatan mental guru terdeteksi mengalami gangguan mental ringan sampai berat dan membutuhkan pendampingan psikolog.
Selain itu, lanjutnya, inovasi ini dilatarbelakangi saat pelaksanaan asesmen PTK, di mana masih ada level kompetensi yang menengah ke bawah. Pertama level pedagogik yakni pendidik belum mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Kedua, kompetensi profesional yakni dua indikator yang masih rendah yakni guru belum menguasai konten pembelajaran dan bagaimana strategi pembelajarannya. Ketiga, kompetensi profesional di mana guru belum bisa memahami karakteristik peserta didik.
“Dari latar belakang tersebut maka bagaimana kita mengembangkan untuk intervensi kekurangan tersebut, sehingga guru yang levelnya menengah ke bawah itu bisa naik level kompetensinya,” kata Ahmad di Bandung, Jumat (16/10/2026).
Dinas Pendidikan sendiri, memiliki sekitar 2.052 satuan pendidikan dari jenjang PAUD, SD dan SMP dan sekitar 19.053 PTK. Maka jika pelatihan dilaksanakan secara tatap muka membutuhkan waktu yang cukup lama dan biaya yang cukup besar, sehingga hadir inovasi SAE PTK.
“Hadirnya SAE PTK ini agar para guru bisa meningkatkan sesuai kebutuhan kompetensinya kemudian bisa menyentuh seluruh pendidik yang ada di Kota Bandung tanpa harus melakukan pelatihan secara tatap muka, karena sistemnya dirancang secara online berupa aplikasi,” jelasnya.
Untuk diketahui, level kompetensi setiap PTK akan terlihat dari hasil AKPTK, jika levelnya masih rendah maka bisa ditingkatkan melalui program LMS dengan modul digital yang dirancang khusus untuk meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan para PTK.
SAE PTK memiliki empat pilar kebaruan di antaranya Competency Development, Performance Monitoring, Teacher Well-being, dan Talent & Career Management. Untuk tahap pertama, SAE PTK diimplementasikan kepada 1.394 guru dari 40 sekolah piloting.
“Melalui empat pilar ini, SAE PTK menjadi platform yang mengintegrasikan kompetensi, kinerja, kesejahteraan psikologis, dan pengembangan karir dalam satu sistem yang saling terhubung,” pungkasnya. *
Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung Jl. Jend. Achmad Yani No.239, Kota Bandung, 40113
Email : humasdisdik.bdg@gmail.com / Instagram : @bdg.disdik @bdg.pendidikan / website : disdik.bandung.go.id / Youtube : Dinas Pendidikan Kota Bandung
Editor: Siti Fatonah
Peduli Mental Peduli Mental Health, Disdik wujudkan Inovasi SAE PTK Dalam Upaya Transformasi Tata Kelola Pembinaan PTK yang Terintegrasi
22-10-2026
Kadisdik Kota Bandung Instruksikan seluruh Kepala PAUD, SD, SMP Negeri maupun Swasta untuk Menggunakan Masker
06-09-2026
KPK Diskusikan Pengendalian Risiko Gratifikasi Penyaluaran Dana PIP dan Tata Kelola SPMB Kota Bandung
27-08-2026
Utamakan Hak Pendidikan, Wali Kota Pasang Badan Demi 900 Siswa SDN 026 Bojongloa
07-08-2026
Dinas Pendidikan Kota Bandung Pastikan Hak Belajar Siswa SDN 026 Bojongloa Tetap Terjamin
06-08-2026
Pendaftaran SPMB Kota Bandung Jenjang SD dan SMP Tahap 1 2026 Dibuka
09-06-2026
Jam Efektif Pembelajaran di Sekolah Kota Bandung, Berikut Pengaturannya!
16-07-2025
MPLS Kota Bandung 2025, Pak Wali: Pendidikan Mempengaruhi Intelektualitas, Karakteristik dan Moral
15-07-2025