
Pendidikan karakter Bandung Masagi yaitu implementasi sebuah model pendidikan karakter berbasis kearifan lokal, yang dirumuskan oleh Dinas Pendidikan Kota Bandung. Yakni merupakan model pendidikan karakter sesuai pandangan hidup budaya paripurna, kokoh, dan ajeg, menuju kesempurnaan.
Bandung Masagi mengandung empat prinsip utama masyarakat Sunda dalam mengamalkan kehidupan, yakni silih asih (kemanusiaan), silih asah (mencerdaskan), silih asuh (mendampingi), dan silih wawangi (mengampaikan hal-hal positif). Keempat prinsip tersebut diwujudkan ke dalam empat program utama, yakni cinta agama, jaga budaya, bela negara, dan cinta lingkungan.
Mantan Mendikbud Anies Baswedan dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang hadir saat peluncurannya menegaskan bahwa perpeloncoan dan kekerasan di dunia pendidikan harus dihapus. Diganti dengan kegiatan yang menumbuhkan karakter positif siswa, yakni untuk menumbuhkan generasi yang tangguh, tidak harus dengan memakai kekerasan.
Menurut Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, model pendidikan karakter Bandung Masagi merupakan bentuk konkret revolusi mental agar anak-anak Bandung memiliki pijakan akar jati diri kearifan lokal dan kompetensi abad 21, karena kondisinya tengah menatap sebuah era baru. Ini sesuai dengan kondisi Bandung yang terus berkembang dan diiringi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) berkompetnsi, adapun tujuan Bandung Masagi untuk membentuk karakter seseorang menjadi kuat dengan asupan makan bergizi, cerdas karena diberi makan ilmu dan akhlak melalui aspuan spiritual.
Implementasi Bandung Masagi lewat pendidikan karakter telah dilatihkan pada 50 fasilitator guru, kepala sekolah dan pengawas di setiap jenjang pendidikan dengan kegiatan pelatihan. Kemudian hasil pelatihan sudah disosialisasikan pada 700 guru dengan sasaran PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK di Bandung.