Bandung – Sebanyak 2.639 Satuan Pendidikan di Kota Bandung mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT). Pada hari pertama masuk sekolah semester genap tahun ajaran 2021/2022 berjalan lancar dan mentaati protokol kesehatan, Senin (10/1/2022).

Dinas Pendidikan Kota Bandung melakukan pemantauan di beberapa sekolah untuk memastikan kegiatan PTMT ini berjalan sesuai dengan pedoman. Yakni mulai dari kedatangan siswa, di ruang kelas dan pulang sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar melakukan pemantauan PTMT di SMP Negeri 43 Bandung. Ia bersyukur bahwa seluruh warga sekolah sudah mengikuti protokol kesehatan.

“Secara keseluruhan PTMT berjalan dengan baik, diawali dengan kedatangan anak-anak masuk, dilakukan pemeriksaan oleh tim Satgas lalu diarahkan ke ruangan kelas,” kata Hikmat di SMPN 43 Bandung, Senin (10/1/2022).

Hikmat pun mengapresiasi kepada seluruh Satuan Pendidikan yang melaksanakan PTMT, mudah-mudahan kegiatan pembelajaran ini efektif dan efisien sehingga menghasilkan pembelajaran yang maksimal atau optimal,” jelasnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Cucu Saputra menjelaskan bahwa PTMT di Kota Bandung semester genap tahun ajaran 2021/2022 dibagi menjadi beberapa kelompok. Di mana kelompok 1 sebanyak 330 sekolah diizinkan untuk PTMT maksimal 100 persen. Sementara Kelompok 2 yakni 1.677 sekolah diizinkan kuota maksimal 75 persen.

“Untuk kelompok 3 sebanyak 632 sekolah diizinkan PTMT dengan kapasitas maksimal 50 persen, dan bagi sekolah yang belum PTMT akan segera dilakukan verifikasi lapangan agar bisa ikut melaksanakan sekolah tatap muka,” jelas Cucu di SMPN 43 Bandung, Senin (10/1/2022).

Menurutnya, Dinas Pendidikan Kota Bandung akan terus memantau seluruh Satuan Pendidikan dan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Kewilayahan, Satpol PP dan lainnya agar PTMT berjalan lancar dan aman. Selain itu, surveillance pun akan terus dilaksanakan untuk mengetahui kondisi di lapangan.

“Apabila nanti ditemukan dari hasil surveillance di bawah 5 persen, maka 5×24 jam satuan Pendidikan itu akan menghentikan pelaksanaan PTMT. Jika di atas 5 persen maka satuan Pendidikan akan menghentikan 14×24 jam,” ujarnya.

Sementara Kepala Sekolah SMPN 43 Bandung, Khaerawati mengungkapkan rasa syukur karena bisa melaksanakan PTMT secara maskimal 100 persen. Namun, pihaknya pun tetap waspada dan berhati-hati untuk tetap meningkatkan protokol kesehatan agar tatap muka berjalan dengan baik.

Ia menjelaskan, sebelum pelaksanaan PTMT 100 persen, pihaknya memastikan para guru dan siswa hadir ke sekolah dalam kondisi sehat serta mematuhi protokol kesehatan mulai dari kedatangan, di ruang kelas hingga pulang sekolah. Kegiatan belajar mengajar (KBM) pun dibagi menjadi 3 sesi, ini sebagai langkah antisipasi untuk menghindari kerumunan di sekolah.

“Kemudian kami juga mengatur kedatangan mereka melalui 3 rute gerbang masuk dan keluar sehingga tidak terjadi penumpukan. Serta memastikan anak yang dalam kondisi kurang fit tidak perlu melakukan PTM di sekolah,” pungkasnya. ***

 

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung

 

Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung Jl. Jend. Achmad Yani No.239, Kota Bandung, 40113

email : disdik.bdg@gmail.com / website : disdik.bandung.go.id / IG : @disdikbdg


Editor: Siti Fatonah