Bandung – Vaksinasi kewilayahan mulai digelar di beberapa kecamatan Kota Bandung, sebagai langkah sinergitas memberikan pelayanan yang terbaik terhadap masyarakat. Salah satunya Kecamatan Sumur Bandung ang sudah mendapat vaksinasi dosis pertama dilakukan di SMPN 2 Bandung, Sabtu (17/04/2021).
Sinergitas vaksinasi kewilayahan ini melibatkan banyak unsur di antaranya Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dinas Pendidikan Kota Bandung, Polda Jabar, dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), dan Kecamatan Sumur Bandung.
Vaksinasi diberikan kepada para pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) jenjang SMA, pegawai Dinas Pendidikan, dan warga Kecamatan Sumur Bandung. Sebagai upaya bersama dalam penanggulangan penyebaran Covid-19.
Amirah Fauziah (22), guru Pendidikan Sejarah SMA Kartika XIX-3 Bandung mengungkapkan rasa syukurnya karena mendapat kesempatan untuk menerima vaksinasi Covid-19. Pasalnya ini adalah program pemerintah yang harus didukung.
“Alhamdulillah kita bersyukur kita (guru-guru SMA) bisa menerima vaksinasi. Walaupun awalnya tensi saya naik namun masih aman dan diperbolehkan divaksin,” kata Amirah setelah divaksinasi di SMPN 2 Bandung, Sabtu (17/04/2021).
Dengan sudah divaksinasi, lanjutnya, maka diharapkan pembelajaran tatap muka (PTM) yang direncanakan digelar pada Juli 2021 mendatang bisa terealisasi. Karena sudah dua semester, kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online.
Hal senada pun diungkapkan, Devi Sukaesih (24) selaku guru di SMA Kartika XIX-3, bahwa PTM segera dilaksanakan tahun ini. Selain murid pun sudah mulai jenuh dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ), belajar online selalu ada kendala yang harus dihadapi oleh guru dan murid.
“Semoga segera berjalan PTMnya. Kendala PJJ lebih kepada pemantauan anak, karena ketika zoom mereka agak susah ketika diminta untuk buka kamera dan soal pengumpulan tugas pun sama,” jelas Devi di SMPN 2 Bandung, Sabtu (17/04/2021).
Perlu diketahui, berdasarkan SKB 4 Menteri tentang panduan penyelenggaraan pemebelajaran di masa pendemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) bahwa sekolah bisa melakukan pembelaran tatap muka (PTM) secara terbatas pada Juli 2021. Salah satu syarat yang harus dipenuhi yakni dilakukannya vaksinasi bagi PTK. *** (fat/irv)
Tim Humas Disdik Kota Bandung
Bandung – Sebanyak 679 pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan Kota Bandung menerima surat keputusan (SK) kenaikan pangkat sekaligus pembinaan kinerja aparatur. Kegiatan penyerahan ini dilakukan 6 sesi di Aula Dinas Pendidikan Kota Bandung dengan tetap menetapkan protokol penyebaran Covid.19, Senin (12/04/2021).
Kepala Bidang Pengembangan dan Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Edi Suparjoto meminta PTK untuk terus meningkatkan lagi tugas dan fungsinya sebagai ASN Disdik Kota Bandung, salah satunya kompetensi guru adalah kelompok kerja guru (KKG).
Selain itu. lanjutnya, seorang guru harus memenuhi 4 standar kompetensi yakni Kompetensi Pedagigik Guru (KPG), Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Profesional, dan Kompetensi Sosial.
“Kebijakan kenaikan golongan atau pangkat ini adalah hak dari bapak dan ibu setelah kewajibannya dilaksanakan,” kata Edi di Aula Disdik Kota Bandung, Senin (12/04/2021).
Ia pun mengingatkan kepada seluruh ASN guru untuk mengajar sesuai dengan panduan yang sudah ada. Terlebih saat ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan kebijakan Merdeka Belajar maka penting untuk dipahami dan diimplementasikan dengan baik.
“Selamat atas kenaikan pangkatnya, mudah-mudahan menjadi motivasi yang tinggi untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik, meningkatkan kompetensi dan professional. Tentu bermanfaat bagi lingkungannya,” ungkapnya.
Kepala Subbagian umum dan Kepegawaian Disdik Kota Bandung, Sukanda Permana mengingatkan mekanisme penyemapaian usulan kenaikan pangkat melalui aplikasi Mang Asep (MembANGun ASN Bernuansa Global melalui Aplikasi Sinkronisasi Elektronik Pegawai). PTK diminta untuk terus melengkapi dan memperbaharui data agar memudahkan PTK mengurus berkas kepegawainnya.
“Pengajuan SK dan kenaikan pangkat melalui aplikasi Mang Asep ini tentunya memudahkan PTK, sehingga berkas tidak tercecer dan bisa naik pangkat sesuai waktunya jika persyaratan telah memenuhi,” ujarnya. *** (fat/irv)
Tim Humas Disdik Kota Bandung
Bandung – PAUD Hiber merupakan salah satu inovasi untuk mengoptimalkan pendidikan anak usia dini di Kota Bandung. Gerakan sebagai upaya mengembangkan pendidikan PAUD yang holistik dan integratif, meliputi aspek pendidikan, kesehatan gizi, dan perlindungan kesejahteraan.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan PAUD dan Pendidikan Masyarakat (PP PAUD Dikmas) Dinas Pendidikan Kota Bandung, Abdul Gaos menjelaskan saat ini ada 501 TK yakni 4 negeri dan sisanya swasta dengan angka partisipasi sekitar lebih dari 80 persen.
Untuk mengoptimalkan, lanjutnya, Disdik Kota Bandung masih punya pekerjaan rumah untuk mengedukasi para orang tua agar anak-anaknya sekolah PAUD. Dengan tujuan memberikan stimulus motorik anak usia dini.
“Bagaimana orang tua menyekolahkan anak ke PAUD sehingga SD sudah bisa calistung, padahal itu bukan tujuan utamanya. Tapi lebih ke arah mengenalkan dan menstimulus motoriknya, karena sedang berada pada periode emas sehingga penting memperkenalkan keaksaraan,” kata Gaos di Fave Hotel Bandung, Kamis (08/04/2021).
Turut Hadir Bunda PAUD Kota Bandung, Siti Muntamah mengatakan kegiatan ini dilakukan dalam rangka mengomunikasikan cita-cita bangsa Indonesia yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Ini salah satu upaya menyiapkan generasi emas dengan menyelamatkan anak-anak usia dini.
“Banyak yang harus kita lakukan, salah satunya adalah apa yang hari ini digagas yang telah disiapkan kerja sama antara Dinas Pendidikan dan Indonesia Heritage Foundation (IHF),” kata Umi sapaan Siti Muntamah di Fave Hotel Bandung, Kamis (08/04/2021).
Menurut Umi, inovasi ini merupakan hasil dari turunan dari visi misi pembangunan kota Bandung untuk mewujudkan masyarakat Kota Bandung yang unggul, nyaman sejahtera dan agamis. Kata unggul adalah berbicara sumber daya manusia, maka akan berbicara tentang keluarga.
“Ketika berbicara tentang keluarga kita berbicara tentang cinta karena sesungguhnya keluarga adalah sumber cinta bagi setiap manusia,” ucapnya.
Sumber daya manusia di Kota Bandung akan menjadi SDM yang lebih spirit, kualitasnya baik dan kinerja yang baik dan tentu untuk menjalankan ketiganya perlu karakter karakter yang tentu menunjang fungsi tersebut.
“Untuk itulah menyelamatkan Pendidikan usia dini membutuhkan perjuangan yang sangat luar biasa. Tentu tidak bisa dilakukan secara sendirian,” tegasnya.
Pilar pembangunan di Kota Bandung ini selain inovasi dan kolaborasi, PAUD Hiber pun merupakan bagian dari inovasi dan kolaborasi sebagai civitas yang sangat peduli terhadap pendidikan anak usia dini untuk menyelamatkan anak-anak supaya memiliki karakter-karakter yang akan menyelamatkan bangsa dan negara di masa yang akan datang.
Perlu diketahui, Dinas Pendidikan Kota Bandung bersama IHF melakukan penandatanganan MoU terkait peningkatan pembelajaran PAUD HIBER Kota Bandung. *** (fat/irv)
Tim Humas Disdik Kota Bandung
Bandung – Dinas Kesehatan Kota Bandung menggelar pilot project kegiatan vaksinasi massal bersama Dinas Pendidikan di Kecamatan Arcamanik. Vaksinasi kewilayahan ini diikuti oleh 500 orang yakni 400 ASN dari unsur Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) dan 100 non PTK meliputi tokoh agama.
Kegiatan vaksinasi massal ini merupakan pilot project atau sebagai percontohan sebuah kolabirasi dan sinergitas dari unsur pendidik, tenaga kesehatan, aparat, dan kewilayahan. Sehingga patut diapresiasi dan dicontoh dalam penanggulangan penyebaran Covid-19 di Kota Bandung.
Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sekolah Dasar, Fajar Nugroho menjadi perwakilan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, melakukan monitoring vaksinasi mssal yang dilakukan di SDN Bina Harapan, Kamis (01/04/2021). Monitoring dilakukan mulai dari meja pendaftaran, skrining kesehatan, vaksinasi, dan observasi.
Menurutnya, guru menjadi salah satu sasaran pemerintah dalam program vaksinasi Covid-19. Target Disdik Kota Bandung, seluruh PTK harus sudah tervaksinasi pada Juni 2021 mendatang. Hal ini sebagai upaya mendukung rencana persiapan menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas sesuai isi Surat Keputusan Bersama 4 Menteri.
“Maka, kami menghimbau agar seluruh PTK dapat mengikuti kegiatan vaksinasi ini dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, guna menekan penyebaran Covid-19. Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” jelas Fajar usai monitoring di SDN Bina Harapan, Bandung, Kamis (01/03/2021).
Kepala Bidang Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr. Sony Adam menjelaskan, kegiatan vaksinasi massal bagi ASN, guru, dan tokoh agama di Kecamatan Arcamanik berjalan dengan lancar. Semua pihak kooperatif dan ini sebagai upaya untuk kembali memulai kehidupan normal.
“Semua kooperatif sesuai arahan yang diberikan. Saya berpesan kepada seluruh pihak termasuk guru untuk saling bantu mempromosikan protokol kesehatan 5M. Ditambah kita kuatkan dengan vaksinasi, sehingga semua bisa beraktivas lagi seperti biasa,” ujar Sony di SDN Bina Harapan, Bandung, Kamis (01/03/2021).
Dalam pelaksanaan vaksinasi, semua pihak bersinergi, berperan dan bertanggung jawab atas tugas-tugas yang telah diarahkan. Ketika ada yang berkerumun saat vaksinasi, petugas dengan sigap menegur dan diarahkan untuk disiplin protokol kesehatan.
Selain itu, para peserta atau penerima setelah menerima vaksinasi dan mendapat sertifikat diimbau untuk berfoto di tempat yang telah disediakan petugas. Hal ini bukan sekedar untuk tanda bukti sudah divaksin melainkan sebagai kampanye atau ajakan kepada seluruh masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam program vaksinasi massal tersebut. *** (fat/irv)
Tim Humas Disdik Kota Bandung
Bandung – Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Hikmat Ginanjar mengatakan, dalam sebuah organisasi harus adanya sinergitas, kerja sama dan realisasi program-program yang telah disusun sebelumnya. Selain itu organisasi pun harus dikelola secara amanah agar bermanfaat bagi warga Kota Bandung.
Hikmat berpesan kepada pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) cabang Lengkong untuk menguatkan sinergitas. Hal tersebut disampaikan saat sambutan konferensi pemilihan dan pengurus baru dan Menyusun program kerja masa bakti 2020-2025 PGRI cabang Lengkong di Ballroom Hotel Ibis Bandung, Rabu (31/03/2021).
Tema yang diusung yakni Konferensi Kerja Berperan Strategis Yang Berkompetensi, Berkarakter, Dan Berbudaya Mewujudkan Organisasi Profesi Yang Berkompetensi, Berkarakter, Dan Berbudaya Mutu Menuju PGRI Yang Sentosa.
“Harus ada kerja sama untuk mencapai tujuan yang mulia. Selain itu kepercayaan adalah amanah, sejauh mana amanah yang kita laksanakan jangan sampai di akhir kepengurusan menjadi persoalan,” kata Hikmat di Ballroom Hotel Ibis Bandung, Rabu (31/03/2021).
Sebab, prinsipnya tidak ada persoalan yang tidak ada solusinya. Maka sebagai pengurus harus amanah dan melaksanakan tugas sesuai regulasi secara jujur dan transparan.
Dalam konferensi PGRI tersebut, terpilih tiga kepengurusan baru periode 2020-2025, di antaranya Ketua Ujang Cucu dari SDN 235 Lengkong Kecil, wakil M, Kosasih dari SMPN 28 Bandung, dan sekretaris Deni Kusumah dari SDS IRK. *** (fat/irv)
Tim Humas Disdik Kota Bandung
Bandung – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung Hikmat Ginanjar menghadiri acara pelepasan purnabakti ASN di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Sebanyak 46 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pendidikan Kota Bandung memasuki purnabakti 2021.
Hikmat yang juga selaku Ketua Korpri Kota Bandung, mengucapkan selamat atas purnabakti kepada para ASN Disdik Kota Bandung. Dengan menitipkan harapan, bisa memberikan keberkahan bagi semua pihak termasuk masyarakat Bandung.
“Kami ucapkan terima kasih atas dharma baktinya selama ini kepada Dinas Pendidikan, ini adalah investasi yang sangat besar dan tak ternilai,” kata Hikmat di Bandung, Rabu (31/03/2021).
Selain itu, purnabakti bukan berarti hanya berdiam diri tanpa melakukan aktivitas apapun, tetapi adalah diharapkan untuk tetap aktif melakukan hal positif dan bermanfaat. Setelah selesai menyelesaikan tugas di lingkungan pemerintah, maka perlu menyongsong pekerjaan berikutnya yang lebih besar.
“Terutama dalam meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah,” ucapnya.
Acara pelepasan purnabakti ASN Pemkot Bandung, dihadiri langsung oleh Wali Kota Bandung, Oded M Danial, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana, serta Sekretaris Daerah (sekda) Ema Sumarna. Acara diikuti oleh 62 perwakilan dari 990 ASN yang memasuki purnabakti 2021.
Menurutnya, pensiun bukanlah akhir dari karya, sebab masih bisa meneruskan impian, ide dan gagasan atau konsep dan pemikiran yang belum terwujud pada masa kerja di kantor.
“Saatnya bapak ibu meneruskan pekerjaan yang belum selesai dulu, dengan metode dan cara sendiri,” kata Oded di Pendopo, Bandung, Rabu (31/03/2021).
Selain itu, lanjutnya, banyak orang yang menemukan kesuksesan di masa pensiunnya dan hidup harus terus berlanjut. Sebagai orang nomor satu di Bandung, ia memberi resep agar tidak tejebak dalam post power syndrome.
Pertama, selalu berprasangka baik kepada orang, keadaan, sang pencipta. Kedua, lakukan hal-hal positif dan produktif serta memiliki banyak manfaat bagi orang banyak. Sebab kontribusi terpenting setelah memasji masa purnabakti justru semakin nyata dan diperlukan terjun langsung untuk kehidupan bermasyarakat.
“Ketiga, meningkatkan kualitas spiritual dengan lebih banyak beribadah dan berdoa. Keempat, jaga kesehatan dengan olahraga dan pola makanan yang seimbang. Teakhrinya tetap jaga silaturahmi,” jelasnya. *** (fat/irv)
Tim Humas Disdik Kota Bandung
Bandung – Dalam upaya memajukan dunia pendidikan, Dinas Pendidikan Kota Bandung menggelar pembinaan peningkatan kompetensi guru SD . Kegiatan workshop tersebut digelar pada 30 Maret sampai 1 April 2021 di SDN 062 Ciujung, Bandung, Selasa (30/03/2021).
Agenda workshop ini meliputi pembinaan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, pembinaan Kabid P3TK, pembinaan kabid PPSD, dihadiri oleh guru SDN 062 Ciujung dan SD Priangan Istiqomah, dan turut dihadiri oleh pengawas kecamatan Bandung Wetan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar mengatakan, setiap tahunnya 600 tenaga pendidik memasuki masa pensiun, sehingga harus disesuaikan antara kebutuhan tenaga pendidik dan jumlah tenaga pendidik. Selain kebutuhan tenaga pendidik, meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Bandung pun sangat penting.
“Bagaimana caranya meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Bandung dengan keadaan yang ada. Maka acara ini untuk menyemangati kita semua bagaimana melaksanakan program pendidikan dalam masa pandemi penyebaran Covid-19,” kata Hikmat di SDN 062 Ciujung, Bandung, Selasa (30/03/2021).
Menurutnya, pihak Dinas Pendidikan Kota Bandung mengadakan program parenting untuk mengajak orang tua berkolaborasi dalam kegiatan belajar mengajar. Sebab pemerintah, guru, dan orang tua pun memiliki peran bertanggung untuk memenuhi hak pendidikan bagi anak.
Kepala Sekolah SDN 062 Ciujung Kota Bandung, Lastriyah mengatakan, workshop kali ini bertema “Peningkatan Kompetensi Guru dalam Mengembangkan Asesmen Nasional Berbasis AKM”. Dengan harapan dapat meningkatkan kompetensi guru-guru SDN 062 Ciujung
“Harapannya, ilmu yang didapat selama workshop dapat diambil hikmah dan manfaatnya, dan langsung diimplementasikan,” ucapnya. *** (fat)
Tim Humas Disdik Bandung
Bandung – Penyusunan rencana kerja 2022 Dinas Pendidikan Kota Bandung merupakan kegiatan stategis untuk menilai dan mengevaluasi program satu tahun ke belakang. Agenda tahunan ini digelar selama dua hari pada 24-25 Maret 2021 di Ballroom Hotel Ibis Kota Bandung.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar mengatakan, semua kegiatan pendidikan harus dilakukan monitoring and evaluasi yang berintegritas dan profesional, agar tercipta bukti dan hasil yang akurat, baik secara fisik dan dokumen.
Selain itu, lanjutnya, dalam tingkat satuan pendidikan akan dibuat tim khusus untuk monev dan seluruh bidang akan terlibat dan saling membutuhkan. Sehingga perlu adanya sinergitas dan kolaborasi.
“Perencanaan, pemetaan, perangkaan, dan keterbacaan anggaran yang menentukan program-program kegiatan secara rinci, akuntabel, bermakna, bernilai, sesuai kebutuhan secara efektif dan efisien,” kata Hikmat dalam sambutannya di Ballroom Hotel Ibis, Bandung, Rabu (24/03/2021) lalu.
Dalam arahannya, Hikmat menjelaskan, perubahan teknologi, sosiokultural, dan lingkungan yang berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar menjadi fokus utama dari pertemuan Penyusunan Rencana Kerja Dinas Pendidikan tahun ini.
Sementara, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Cucu Saputra memberi arahan perihal peningkatan mutu pendidikan yakni membangun masyarakat Kota Bandung yang mandiri dengan jaminan pendidikan, kesehatan, dan sosial yang bermutu, adil, dan merata berlandaskan nilai agama dan budaya.
“Disdik membantu kota Bandung untuk merealisasikan peningkatan pendidikan dalam dua bidang yaitu, meningkatnya aksesibilitas pendidikan dan terwujudnya mutu pembelajaran,” jelasnya.
Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut seluruh bidang Dinas Pendidikan Kota Bandung menyampaikan rencana program-program kerja yang akan diterapkan pada 2022 mendatang. Semua program dan inovasi bisa disinergikan atau dikolaborasikan dengan tujuan memberikan pelayanan pendidikan untuk masyarakat Kota Bandung. *** (fat/irv)
Tim Humas Disdik Bandung
Bandung – Bunda PAUD memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu pelayanan pendidikan anak usia dini, sebab dinilai sebagai simbol dalam gerakan nasional PAUD berkualitas. Untuk mengimplementasikan peran tersebut, maka perlu adanya sinergitas dan sosialisasi program peningkatan mutu layanan pendidikan.
Dinas Pendidikan Kota Bandung menggelar acara Pembinaan Bunda PAUD Kota Bandung di Hotel Savoy Homann, Senin (29/03/2021). Dengan mengusung sinergitas dan sosialisasi program Pokja Bunda PAUD melalui kegiatan pengelolaan pendidikan anak usia dini.
Bunda PAUD Kota Bandung, Siti Muntamah mengatakan, semua pihak memiliki peran dan tanggung jawab bersama untuk menyelamatkan putra putrinya. Sehingga perlu adanya sinergitas untuk mendukung dan menghadirkan keluarga ramah anak, kota ramah anak untuk wujudkan masa depan bangsa yang gemilang.
“Berbicara anak kita berbicara tengang masa depan kita” kata Umi sebutan Siti Muntamah saat menjadi pembicara acara Pembinaan Bunda PAUD Kota Bandung di Hotel Savoy Homann, Senin (29/03/2021).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar pun mengatakan, perlu adanya Sinergisitas program Pokja Bunda PAUD dengan berbagai pemangku kepentingan baik instansi pemerintah, swasta maupun organisasi mitra. Sehingga pengembangan pendidikan anak usia dini di Kota Bandung dapat terintegrasi dalam satu bentuk kerja sama.
“Kerja sama itu sendiri dapat terwujud jika ada komunikasi, koordinasi dan kolaborasi. Jadi mari kita wujudkan komponen-komponen kerja sama ini, sehingga menjadi kesepakatan bersama,” ujar Hikmat.
Menurutnya, bahwa ini adalah tantangan bersama dalam mensinegikan dan menkolaborasikan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi perangkat daerah dan organisasi mitra PAUD. Dengan saling mendukung maka dapat meningkatkan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas, sehingga Kota Bandung menjadi kota yang ramah PAUD.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan PAUD dan Pendidikan Kemasyarakatan Disdik Kota Bandung Abdul Gaos menjelaskan, pelayanan mutu yang berkualitas tidak hanya memberikan pendidikan namun juga mendorong terciptanya layanan PAUD Holistik Integratif yang mencakup perawatan, pengasuhan, kesehatan gizi, pendidikan, perlindungan dan kesejahteraan anak usia dini.
“PAUD holistik, integratif, berdimensi sosial, budaya dan ekonomi (Hiber) dengan harapan anak tumbuh sesuai perkembangan,” jelasnya.
Perlu diketahui, Disdik Kota Bandung bersinergi dan berkolaborasi bersama 14 SKPD di Kota Bandung untuk wujudkan meningkatkan mutu pelayanan PAUD. Sehingga diharapkan sinergitas dan kolaborasi ini bisa menjadi solusi kualitas Pendidikan Kota Bandung.
“Kita nanti akan ada rapat koordinasi, sehingga terevaluasi. Dan ternyata setiap SKPD ada program yang berkaitan dengan PAUD. Semoga kegiatan ini bisa meningkatkan mutu pelayanan pendidikan di Kota Bandung,” ucap Kepala Seksi Pendidikan Anak Usia Dini, Ahmad Asikin. *** (fat/irv)
Tim Humas Disdik Bandung
Bandung – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung memaparkan program kegiatan belajar mengajar di masa pandemi Covid-19. Pemaparan tersebut dalam rangka kunjungan kerja perwakilan DPRD Kabupaten Lampung Selatan di Aula Disdik Kota Bandung, Kamis (25/03/2021).
Kunjungan Kerja diterima oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Edi Suparjoto. Ia menjelaskan, bagaimana Pemerintah Kota Bandung menjalakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi.
“Disdik Kota Bandung menerapkan pembelajaran secara daring dan luring (offline). Jika luring ini, para guru berkeliling dan memberi modul kepada para siswa yang nantinya dikumpulkan setiap pekannya,” kata Edi di Aula, Bandung, Kamis (25/03/2021).
Sesuai dengan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, selama pandemi kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan secara online. Sehingga, Disdik Kota Bandung berinovasi dan menerapkan belajar online dengan beberapa aplikasi.
“Kalau PJJ aatau daring ada Sakoja (sakola juara) yang terdiri dari Sikaya (kelas maya) dan Puber (pusat sumber belajar). Lalu ada Padaringan (pembelajaran dalam jaringan), dan terakhir Pandawa (parenting digital kanggo warga) jadi selain murid, orang tua pun dapat ilmu di sini,” jelasnya.
Edi menjelaskan, pendidikan adalah layanan dasar wajib yang harus dipenuhi oleh semua peserta didik, baik formal maupun non formal. Sehingga pemerintah hadir untuk mendukung dan memfasilitasi.
Kemudian, dukungan secara materiil pun sangat diperlukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Bandung. Selama pandemic, pihak Disdik berupaya memfasilitasi media belajar seperti meminjamkan tablet dan handpone kepada siswa-siswi yang tidak mampu.
“Kita beri pinjam tablet saja, kan kuotanya sudah diberi dari Kemendikbud,” ucapnya.
Dalam pemaparan program kegiatan belajar mengajar di masa pandemic, para perwakilan DPRD Kabupaten Lampung begitu antusias mendengarkan. Bahkan, komunikasi berjalan secara dua arah dengan adanya sesi tanya jawab dan sharing program di Kota Bandung dan Lampung.
Selain menyimak, mereka pun mengapresiasi Disdik Kota Bandung yang begitu sigap memberikan pelayan terbaik di dunia pendidikan. Mereka pun bersedia dengan senang hati untuk mengikuti program tersebut. *** (fat/irv)
Tim Humas Disdik Bandung