Berita Lengkap

2019-10-03 14:55:12
Kunjungan Kerja dari DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan
Kepala Seksi Pembinaan Pengembangan PAUD DIKMAS Ahmad Asikin Menerima Kunjungan Kerja dari DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan diruang Opro (02/10/2019) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten OKU Sumatera Selatan yang di pimpin oleh Wakil Ketua DPRD Yudi Purna Nugraha didampingi Ketua Komisi I, Wakil Ketua Komisi I, Sekretaris Komisi I, Anggota Komisi I, dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU, beserta Staf. Tujuan dilaksanakannya kunjungan kerja ke Dinas Pendidikan Kota Bandung yaitu dalam rangka Tukar Menukar informasi mengenai Kewajiban peserta didik untuk masuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai syarat masuk Sekolah Dasar. Ahmad Asikin Menyampaikan bahwa Kota Bandung memiliki program PAUD HIBER (Holistik Integratif Berdimensi Sosial, Budaya dan Ekonomi) yang berdasarkan PERPRES no 60 Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik - Integratif yang menjadi rujukan mutu setiap PAUD di Kota Bandung. (TimKehumasanDisdikBandung)   Gambar mungkin berisi: 1 orang, tersenyum, duduk dan teks Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang tersenyum Gambar mungkin berisi: 3 orang Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang tersenyum, orang duduk dan dalam ruangan Gambar mungkin berisi: 14 orang, orang tersenyum
2019-10-03 08:29:25
Bimtek Pendidikan Inklusif Bagi Guru Sekolah Dasar
Bimtek Pendidikan Inklusif bagi guru sekolah dasar se Kota Bandung, Grand Tebu Hotel, Selasa (01/10/2019). Hadir sebagai narasumber Pokja Inlusif, Research Center, dan Lembaga bina Inklusif bandung. Sebanyak 150 peserta terdiri dari 73 gugus mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Inklusif bagi guru Sekolah Dasar. Berkenan membuka sekaligus memberikan arahan, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung Cucu Saputra, dalam arahannya Cucu menyampaikan di Kota Bandung ada 20000 guru PNS dan Non PNS, kegiatan Bimtek Inklusif ini di ikuti oleh perwakilan dari tiap tiap gugus, maka dari itu peserta yang hadir di hari ini harus menjadi orang terdepan untuk mengajak dan menginformasikan kepada guru yang lainnya untuk mengimplementasikan pendidikan inklusif di Kota Bandung. Ekosistem pendidikan itu adalah kumpulan entitas pembelajaran, jadi disitulah muncul yang disebut dengan gugus yang dalam artian rasio dari jumlah SD dan jumlah guru, agar sering berkumpul dan berinteraksi satu sama lain dalam mengembangkan diri dalam satu komunitas pembelajaran. "Bapa dan ibu hadir disini bukan sulap, akan tetapi pada dasarnya sebagai orang orang yang dipercaya dari pengurus gugus." Tutur Cucu Saputra. Pada prinsipnya pendidikan inklusif adalah layanan pendidikan yang menghargai adanya keberagaman. Cucu Saputra berpesan semua yang ada disini termasuk dari Peserta, Narasumber serta yang lainnya setelah Bimtek ini dapat berkolaborasi untuk Pendidikan Inklusif dan dapat merumuskan konten konten tentang pendidikan inklusif dan mengamalkan ilmu yang di dapat di masing masing gugus.(AMF - TimKehumasanDisdikBandung). 1 3 2 4 5
2019-09-27 08:33:00
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Dianugerahi Pancawarsa V
Bandung – Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar menerima tanda penghargaan orang dewasa (TPOD) Pancawarsa V dari Gerakan Pramuka atas dedikasi, keaktifan, dan partisipasinya yang dianggap berguna bagi kepentingan dan perkembangan kepramukaan di Kota Bandung. Tanda penghargaan tersebut disematkan langsung oleh Walikota Bandung, Oded M Danial selaku Ketua Mabicab sekaligus Ketua Kwarcab Kota Bandung dalam upacara peringatan hari Jadi Kota Bandung ke 209, di Plaza Balaikota Bandung, Jalan Wastukencana Bandung, Rabu (29/9/2019).

Walikota meminta lestarikan budaya daerah

Upacara berlangsung dengan nuansa adat sunda. Kak Oded menekankan kembali pentingnya melestarikan budaya daerah Sunda sebagai identitas Kota Bandung. “Kita ingin terus menjaga budaya lokal. Apabila ini tidak dibiasakan nanti bisa hilang. Oleh karenanya harus tetap eksis,” ucapnya dalam bahasa sunda.
Sementara usai disematkan TPOD Pancawarsa V, kak Hikmat mengaku senang dan berharap bisa lebih aktif dalam ikut serta mengembangkan kepramukaan di Kota Bandung. “Pendidikan kepramukaan merupakan salah satu bagian penting dari dunia pendidikan di antaranya pendidikan karakter. Karena itu, saya senang ikut berperan dalam mengembangkan kepramukaan khususnya di Kota Bandung yang tentunya sejalan dengan visi Bandung unggul, nyaman, sejahtera dan agamis,” harapnya Kak Hikmat. Sebelumnya, Kak Hikmat dilantik sebagai Ketua Harian Bidang Satuan Pengawas Internal Kwarcab Kota Bandung periode 2019-2024 di Pendopo Kota Bandung, 12/9/2019 lalu.

Penyematan 7 Pramuka Siaga Garuda

Selain penyematan TPOD di waktu yang sama Ketua Kwarcab Kota Bandung menyematkan pula tanda penghargaan Siaga Garuda tahun 2019 bagi tujuh anggota pramuka siaga dari basis SD Cerdas Muthahhari Bandung. Peraih Pramuka Siaga Garuda; Benaian Wangsa Muhammad, Muhammad Rafif Hidayat, M.Taufik Rizky, Muqaffi Ratabil Hasan, Ali Reza, Asytar Muhammad El-Fannani, dan Fatima Hanun Jahani.
Sumber : Kwarcab Kota Bandung/ Andri/ Benny K/ Scout.ID/ BSN
hikmat ginanjar dapat pancawarsa V
2019-09-26 16:50:50
KADISDIK: IBU-IBU PENYUSUP DEMO DI BOGOR BUKAN ASN DISDIK
BANDUNG, 26 September 2019 – Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar memastikan bahwa ibu-ibu penyusup di tengah aksi demonstrasi mahasiswa di Bogor yang sempat viral bukan merupakan anak buahnya. Hal itu berdasarkan hasil klarifikasi yang bersangkutan pada Kamis (26/9/2019). Untuk diketahui, pada Rabu (25/9/2019) jagat maya dalam hal ini media sosial sempat diramaikan dengan video ibu-ibu menyusup di tengah demonstrasi mahasiswa di Bogor dan memprovokasi massa untuk menyampaikan ‘turunkan presiden’. Sebagian warganet kemudian ‘menuding’ provokator itu adalah Wiatiningsih yang tidak lain merupakan ASN Guru di Kota Bandung. Sontak hal tersebut menuai berbagai komentar negatif. Mengetahui hal itu, Hikmat tidak tinggal diam dan bergegas menugaskan jajarannya untuk segera menanganinya. Melalui keterangan Wiatiningsih dan Kepala Sekolah SDN 169 Pelita selaku pimpinan langsungnya, Hikmat pun berkesimpulan bahwa ibu-ibu di video viral tersebut bukan Wiatiningsih. Bahkan menurut keterangan yang bersangkutan, kata Hikmat, pihak kepolisian dari Polda Jabar satuan cyber crime dan Mabes Polri telah mengonfirmasi langsung serta dipastikan bahwa ibu-ibu di video viral tersebut bukan Wiatiningsih. Pihak berwajib tidak menemukan kesamaan muka Wiatiningsih dengan ibu-ibu penyusup dalam demo mahasiswa di Bogor yang videonya viral tersebar di dunia maya. Dengan adanya kejadian tersebut, Hikmat pun menghimbau masyarakat agar dapat menjadi warganet yang cerdas dan bertanggung jawab. “Kalau mau menggunakan media sosial tentu harus cerdas, berkomentar dengan bijak, tidak memprovokasi, menyampaikan hanya berita yang sudah terbukti benar, menyaring informasi, dan yang utama jangan melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan dan norma yang berlaku,” pinta Hikmat yang ditemui di kantornya. Pada kesempatan yang sama, Wiatiningsih mengatakan “Ibu-ibu di dalam video viral tersebut itu bukan saya, di saat itu saya gak berangkat ke Bogor, saya seharian ada di sekolah. Dan yang terpenting saya tidak pernah memprovokasi seperti itu,” tegas Wiatiningsih yang sehari-hari bertugas sebagai guru kelas itu. Hal tersebut pun diperkuat dengan pernyataan Kepala Sekolah SDN 169 Pelita, Yuyum Yuliati bahwa Wiatiningsih pada rentang waktu Senin – Rabu (23 – 25/9/2019) bertugas mengajar sebagaimana biasanya, tidak sedang bertugas dinas luar atau hal lainnya. “Tidak mungkin beliau ada di sana (di Bogor) karena saksinya banyak bahwa beliau mengajar pada hari itu,” jelas Yuyum.(TIM KEHUMASAN DISDIK KOTA BANDUNG)
2019-09-26 13:40:43
Peringatan hari jadi kota bandung ke 209
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Hikmat Ginanjar, mengikuti Upacara Hari Jadi Kota Bandung ke 209, Plaza Balai Kota, Rabu (25/09/2019). Walikota Bandung Oded M Daniel sebagai inspektur upacara menyampaikan bahwa Kota Bandung melakukan perubahan perubahan di semua bidang, hingga sekarang menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, industri, pendidikan, wisata, litbang, dan jasa kesehatan, semuanya lengkap untuk mengurangi beban di Kota Bandung. Mengingat kelahiran Kota Bandung harus menjadikan momentum perubahan, sebab akibat dari semua persoalan bukan hanya dari warga Kota Bandung saja. Diakhir sambutannya Oded M Danial menyebutkan bahwa acara ini bukan hanya sekedar ceremonial saja, namun dengan menghitung usia fisik kota harus menjadi tolak ukur prestasi dan menjadi penyemangat untuk merubah nasib untuk menapaki kehidupan yg lebih baik. Dalam rangkaian kegiatan upacara, Hikmat Ginanjar mendapatkan penghargaan sebagai Wakil Ketua Pramuka, serta selain itu Kepala Sekolah Sekolah Menengah Pertama Negeri 45 Bandung mendapatkan Penghargaan Satya Lencana dari Pemerintah Kota Bandung.(AMF - TimKehumasanDisdikBandung) 1 2 3 5 4 6 7
2019-09-24 13:44:58
Penyuluhan dan Pelatihan Keamanan Lalu Lintas
Dalam rangka pengenalan tertib berlalu lintas di jalan raya bagi anak usia dini, Yayasan Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution Bandung (YTLL – AISN) lakukan Penyuluhan dan Pendidikan Keamanan Lalu Lintas, Taman Lalu Lintas Jl Belitung No. 1, Senin (23/09/2019). Hadir dalam kegiatan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Hikmat Ginanjar, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung Cucu Saputra, Kepala Seksi Pendidikan Anak Usia Dini Ahmad Asikin, Kasatlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung, Ketua YTLL – AISN , Ketua Dewan YTLL – AISN, Ketua IGTKI, Penilik, Beserta Jajaran dari YTLL – AISN. Sebanyak 300 Peserta kegiatan pelatihan terdiri dari para Kepala Sekolah, Pengawas dan Penilik di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bandung. Hikmat Ginanjar sangat mengapresiasi atas kegiatan PPKL yang diselenggarakan Oleh YTLL-AISN. Hikmat berharap PPKL ini sebagai momentum awal bagi peserta didik dalam memahami cara berlalu lintas yang benar, santun agar tidak melanggar rambu rambu lalu lintas. “Mari kita mulai pendidikan berlalu lintas ini dimulai dari diri kita sendiri, kemudian sampaikan kepada keluarga kita, anak anak kita, dan lingkungan kita”. Tutur Kadisdik Hikmat Ginanjar dalam sambutannya Di akhir sambutannya Hikmat berharap semoga ilmu yang di dapat hari ini dapat diimplementasikan dengan sebaik-baiknya sesuai alur, sehingga informasi sampai ke peserta didik dengan benar. Selaku ketua panitia kegiatan Dewi Indriyani menyampaikan kegiatan ini berlangsung selama dua hari, dan bertujuan untuk menanamkan nilai nilai serta wawasan berlalu lintas dengan baik dan benar. “Dari sini penanaman karakter ditanamkan sehingga menjadi kebiasaan yang positif khususnya dalam mematuhi rambu – rambu lalu lintas”. Ujar Dewi Indriyani Bongki menyampaikan Taman Lalu Lintas ini berdiri sejak tahun1958, seiring dengan perkembangan kota serta majunya industri transportasi program PPKL ini dirasakan masih perlu dijalankan dan ditingkatkan karena tantangan yang ada semakin berat. (TimKehumasanDisdikBandung). @mangoded_md @kangyanamulyana @sumarnaema @aaiikh @saputra_cucu . . . ?@adutmaulanafebrian #BandungNuUrang209 9 8 7 6 5 4 3 2 1
2019-09-23 15:27:11
Dinas Pendidikan Kota Bandung menjadi Sample penerapan Absensi Finger Print untuk Sertifikasi.
Pembayaran sertifikasi tahun 2019 dilakukan berdasarkan Permendibud yang ditindaklanjuti Surat Edaran Kadisdik Nomor : 800/5003-Disdik, tanggal 10 Mei 2019. Kasubbag Keuangan Dinas Pendidikan Kota Bandung, Suyono menyampaikan bahwa sejak triwulan 3 tahun 2019, Finger Print dijadikan dasar pembayaran tunjangan sertifikasi. Hal ini dilakukan dalam upaya peningkatan akuntabilitas pengelolaan tunjangan sertifikasi. Finger print ini berlaku bagi guru yang telah mendapatkan sertifikasi pendidikan baik yang bertugas di sekolah negeri maupun swasta. “Jika kehadiran dibawah 50% maka TKD dan Sertifikasi tidak akan dibayarkan”tutur suyono saat memimpin apel pagi di Dinas Pendidikan Kota Bandung, Senin(23/9/19) Selain itu Suyono meningatkan kepada seluruh peserta Apel untuk tertib melakukan pembaharuan Dokumen KP4 (surat keterangan untuk mendapatkan pembayaran tunjangan keluarga). Hal tersebut wajib dilakukan agar tidak ada kelebihan maupun kekurangan pembayaran. “mohon tertib mengumpulkan data KP4, jangan sampai nanti harus mengembalikan karena ada kelebihan pembayaran, atau kurang menerima tunjangan karena kelalaian pengisian Dokumen KP4” tambah Suyono. kegiatan apel pagi biasa dilakukan di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bandung. Hadir Pejabat struktural, fungsional dan para pelaksana. (TimKehumasanDisdikBandung) 1 4 3 2
2019-09-19 16:57:44
KREATIVITAS, KUNCI HADAPI ERA DIGITAL
Kreativitas merupakan kunci untuk menguatkan fondasi dalam menghadapi era digital. Melalui kreativitas, anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dapat menunjukkan potensi dan kemampuan yang dimilikinya sehingga mampu mengatasi setiap persoalan yang dihadapi. Atas dasar itulah, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung Cucu Saputra menyebutkan bahwa pihaknya menggelar Pembinaan Kreativitas Anak Usia Dini dengan Tema Melestarikan Budaya Lokal di Era Digital. Kegiatan yang akan dihadiri sekitar 2.000 orang itu berlangsung di Taman Lalu Lintas, Rabu (18/9/2019). “Melalui kreativitaslah seorang individu dapat mengaktualisasikan dirinya, seberapa besar potensinya, apa saja kompetensinya. Tanpa kreativitas, rasanya akan tidak mudah seseorang dalam menghadapi era digital yang semakin kompetitif,” tuturnya. Dalam kegiatan yang dihadiri anak-anak PAUD se-Kota Bandung, para pendamping, dan orangtua itu, digelar beragam aktivitas yang memicu sekaligus mendorong munculnya kreativitas anak-anak. Di antara aktivitas tersebut adalah kreasi seni dan lagu, loose part, pengenalan kaulinan tradisional, dan makanan tradisional. Tidak cukup sampai di situ, para orangtua pun diajak untuk sama-sama memahami pentingnya pengembangan kreativitas anak sejak dini. Istri Walikota Bandung sekaligus Bunda PAUD Kota Bandung, Umi Siti Muntamah dihadirkan untuk berbagi tentang pola asuh anak di era digital. Perempuan yang karib disapa Umi Oded itu akan bersanding dengan psikolog dalam aktivitas berupa talkshow tersebut. “Kami ingin tidak hanya anak yang didorong kreativitasnya, melainkan juga para orangtua dapat bersama-sama menyadari hal tersebut dan terutama memahami bagaimana seharusnya menerapkan pola asuh yang tepat di era digital,” lanjut Cucu. Pada akhirnya, dengan mengetahui dan memahami potensi anak-anak serta pola asuh yang tepat untuk diterapkan, orang dewasa dalam hal ini orangtua maupun guru dapat mengarahkan kemampuan anak-anak sesuai potensinya. “Dengan begitu, tidak akan ada lagi istilah sebagaimana adagium jangan ajari burung berenang dan ikan untuk terbang. Anak-anak dapat dikembangkan potensi dan kreativitasnya sejak dini serta pada fase kehidupan selanjutnya,” tutupnya. TIM HUMAS DISDIK KOTA BANDUNG WhatsApp Image 2019-09-19 at 16.15.57 WhatsApp Image 2019-09-19 at 16.35.17(1) WhatsApp Image 2019-09-19 at 16.35.17(2) WhatsApp Image 2019-09-19 at 16.35.17
2019-09-19 16:55:22
Disdik Gelar Pembinaan Kreatifitas Anak Usia Dini
Melalui Bidang Pengembangan dan Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini & Pendidikan Masyarakat, Dinas Pendidikan Kota Bandung menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Kreatifitas Anak Usia Dini, Taman Lalu Lintas Kota Bandung, Rabu, (18/09/2019). Hadir Ibu Walikota Siti Muntamah, Ibu Wakil Wakil Walikota Yunimar, Ibu Sekretaris Daerah Cici, Ketua Darma Wanita Dinas Pendidikan Kota Bandung Fitri, Plh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Cucu Saputra, Kepala Bidang Pengembangan dan Pembinaan PAUD DIKMAS Abdul Gaos, Kepala Seksi Pendidikan Anak Usia Dini Ahmad Asikin, Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat Cucu Halimah, Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUD & DIKMAS Lina Herlina, Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sekolah Menengah Pertama Nana Hanadi, Penilik, Ketua IGTKI, Ketua Himpaudi, beserta para Kepala Sekolah Taman Kanak – kanak Negeri dan Swasta. Sebanyak 4000 (Empat Ribu) peserta turut hadir mengikuti kegiatan terdiri dari Guru, Orangtua, dan siswa siswi TK se – Kota Bandung. Berkenan Siti Muntamah yang sering disebut Umi Oded membuka sekaligus memberikan arahan pada kegiatan, dalam arahannya Umi menyebutkan sangat mengapresiasi atas kegiatan yang dilakukan Oleh Dinas Pendidikan Kota Bandung dalam mewujudkan Kota Bandung sebagai Kota layak anak. “Setiap Tahun harus ada, bukan hanya program saja tapi berkomitmen untuk tetap menjadikan Kota Bandung sebagai Kota Layak Anak”. Tutur Umi. Umi Oded berpesan kepada para Kepala Sekolah, Guru, dan seluruh Orangtua bahwa kita harus menyiapkan anak kita untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang serta menjadikan pemimpin yang bertanggung jawab. Maka dari itu dari sekarang harus mempunyai strategi dengan ilmu ilmu yang kita realisasikan, kita implementasikan, yang paling penting cara kita berkomunikasi dalam kegiatan ini. “Sebagai kota ramah anak atau kota layak anak mari kita menyelamatkan anak hari ini, untuk menyelamatkan Negara dan bangsa dimasa yang akan datang”. Siti Muntamah Plh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Cucu Saputra dalam laporannya menyebutkan bahwa yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat yang dilakukan melalui kegiatan Pembinaan Kreatifitas Anak Usia Dini bertemakan “Melestarikan Budaya Lokal di Era Digital” serta sebagai pembantu dan pembinaan untuk anak usia dini untuk mengembangkan daya pikir dan menciptakan kreatifitas sejak dini. (AMF – TimKehumasanDisdikBandung). WhatsApp Image 2019-09-19 at 16.21.18 WhatsApp Image 2019-09-18 at 18.20.26 WhatsApp Image 2019-09-18 at 18.20.27(1) WhatsApp Image 2019-09-18 at 18.20.22 WhatsApp Image 2019-09-18 at 18.20.23 WhatsApp Image 2019-09-18 at 18.20.26(1) WhatsApp Image 2019-09-18 at 18.20.27 WhatsApp Image 2019-09-18 at 18.20.28