Bandung – Sebanyak 16 sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bandung mendapat Penghargaan Sekolah Adiwiyata. Penghargaan tersebut diberikan kepada Satuan Pendidikan tang telah melaksanakan Gerakan Peduli Lingkungan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) di Malak Hotel Bandung, Kamis (23/09/2021).
GPBLHS merupakan aksi kolektif secara sadar, sukarela, berjejaring dan berkelanjutan yang dilakukan oleh sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup. Sedangkan Adiwiyata merupakan penghargaan yang diberikan oleh pemerintah Kota Bandung kepada sekolah yang melaksanakan Gerakan Peduli Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar menyampaikan, selamat kepada sekolah yang mendapatkan penghargaan Adiwiyata. Ini merupakan bukti kesungguhan satuan pendidikan dalam mewujudkan sekolah yang berwasasan lingkungan.
“Sesuai dengan program merdeka belajar, bahwa sekolah akan menjadi tempat belajar yang menyenangkan apalagi dengan infrastruktur yang baik dan lingkungan yang asri,” kata Hikmat di Malaka Hotel Bandung, Kamis (23/09/2021).
Ia menambahkan, lingkungan ini akan bersih manakala dimulai dari diri sendiri. Pengelolaan lingkungan dari semua sektor di tingkat kewilayahan sampai di sekolah-sekolah menjadi hal yang sangat utama.
Sementara, Inovasi yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan dapat diterapkan oleh sekolah yang mendapatkan Sekolah Adiwiyata, namun hal yang paling penting itu adalah menerapkan supervisi, melakukan monitoring dan evaluasi, dan memperbaiki segala yang kurang baik,
“Dengan niat yang baik mari kita jaga lingkungan kita, dampaknya akan mengundang energi positif.” Pungkasnya.
Berikut nama-nama sekolah yang mendapat Penghargaan Sekolah Adiwiyata
*** (amf/fat/irv)
Tim Humas Dinas Pendidikan Kota Bandung
Nama: Drs. Hikmat Ginanjar, M.Si. Nama: Drs. H. Cucu Saputra, M.M.Pd. TTL: Bandung, 29 Juni 1964 TTL:Ciamis, 31 Maret 1964 Pendidikan Terakhir: S2 ilmu Pemerintahan Pendidikan Terakhir:S2 Magister Pendidikan Jabatan: Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Jabatan: Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung
Nama: DR. Sukanda Permana, M.Pd. Nama: Suyoto, S.Pd., M.Pd. Nama: R. Rachmat Muttaqin, S.I.R TTL:Bandung, 5 Februari 1970 TTL: Cilacap, 17 Juni 1969 TTL: Bandung, 4 Agustus 1977 Pendidikan Terakhir: S3 Administrasi Pendidikan Pendidikan Terakhir: S2 Kebijakan Publik Pendidikan Terakhir:S2, Magister Management Jabatan: Kasubag Umum & Kepegawaian Jabatan:Kasubag Keuangan Jabatan: Kasubag Program, Data & Informasi
Nama: Drs. Abdul Gaos, M.Pd. TTL: Garut, 8 Januari 1968 Pendidikan Terakhir:S2 Pengembangan Kurikulum Jabatan: Kabid PP PAUD DIKMAS
Nama: Dra. Rina Nama: Hj. Cucu Halimah, S.Pd. M.M.Pd Nama: Ahmad Asikin, S.Pd. M.M.Pd TTL:Bandar Lampung,24 Maret 1967 TTL: Ciamis,16 Februari 1965 TTL:Kuningan,29 November 1970 Pendidikan Terakhir:S2 Ilmu Administrasi Publik Pendidikan Terakhir: S2 Magister Akutansi Pendidikan Terakhir:S2 Magister Pendidikan Jabatan: Kasi Kemitraan PP PAUD DIKMAS Jabatan:Kasi Pendidikan Masyarakat Jabatan: Kasi PAUD
Nama: Drs. Bambang Ariyanto, M.pd TTL:Garut,27 October 1967 Pendidikan Terakhir:S2 Administrasi Pendidikan Jabatan: Kabid PP SD
Nama: Fahrul Wiratmaja, S.T. Nama: Jajang Hernawan, S.Pd. Nama: Risman Al Isnaeni, S.H TTL: Serang,29 April 1980 TTL: Garut,12 March 1973 TTL: Garut,07 Desember 1981 Pendidikan Terakhir:S1 Teknik Arsitektur Pendidikan Terakhir: S2 Magister manajemen Pendidikan Terakhir:S1 Non Profesi-Hukum Jabatan: Kasi Sarana & Prasarana SD Jabatan:Kasi Kurikulum SD Jabatan: Kasi kelembagaan SD
Nama: Dani Nurahman, S.Ap.M.Ap. TTL:Bandung,26 Januari 1968 Pendidikan Terakhir:S2 Manajemen Sumber Daya Aparatur Jabatan: Kabid PP SMP
Nama: Yanuar Teguh Epsa, S.T Nama: Dedi Kusnadi, M.M.Pd TTL:Bandung,18 January 1981 TTL:Bandung,04 January 1968 Pendidikan Terakhir: S1 Non Profesi Arsitektur Pendidikan Terakhir:S2 Magister manajemen Jabatan: Kasi Sarana & Prasarana SMP Jabatan: Kasi kelembagaan SMP
Nama: DR.Edi Suparjoto, S.Pd., M.Pd. Tempat Tanggal Lahir:Bandung,21 March 1970 Pendidikan Terakhir:S3 Administrasi Pendidikan Jabatan: Kabid P3TK
Nama: Melly Rosally, S.Pd. M.Ap. Nama: Fajar Nugroho, M.S.P.d., M.M Nama: Drs. Nana Hanad, M.M.Pd. Tempat Tanggal Lahir: Bandung,09 January 1974 Tempat Tanggal Lahir: Lampung,02 February 1982 Tempat Tanggal Lahir:Ciamis,04 January 1965 Pendidikan Terakhir: S2 Kebijakan Publik Pendidikan Terakhir: S1 Non Profesi-Matematika Pendidikan Terakhir: Magister Manajemen Pendidikan Jabatan: Kasi PTK PAUD Dikmas Jabatan: Kasi P3TK SD Jabatan: Kasi P3TK SMP
Bandung – Era 4.0 menuntut seluruh sumber daya manusia (SDM) di sekolah beradaptasi terhadap kemajuan teknologi. Hal ini sebagai upaya mendorong digitalisasi pendidikan di satuan pendidikan Kota Bandung.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Cucu Saputra menjelaskan semasa pandemi Covid-19, seluruh satuan sekolah di Kota Bandung menerapkan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring. Maka warga sekolah harus memanfaatkan kondisi ini dengan belajar beradaptasi dengan teknologi.
Menurutnya, walaupun saat ini Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas sudah dimulai, akan tetapi belum normal. Sehingga proses belajar mengajar masih menggunakan dua metode yakni PTM terbatas dan PJJ dengan memanfaatkan aplikasi yang sudah dibuat oleh Dinas Pendidikan Kota Bandung, yakni Sikaya dan Sipuber.
“Diharapkan peserta didik dapat mengikuti PJJ dengan menggunakan aplikasi SIKAYA dan SIPUBER bagi sekolah SD-SMP Negeri” ujar Cucu Saputra di Ballroom Grandia Hotel Bandung, Kamis (17/09/2021).
Sementara Kepala Bidang Pembinaan, Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P3TK), Edy Suparjoto menjelaskan mengatakan program digitalisasi sekolah merupakan kepentingan dunia pendidikan. Sehingga pihak Dinas Pendidikan memfasilitasi dengan memberikan aplikasi layanan pembelajaran.
“Proses belajar mengajar di sekolah dalam rangka digitalisasi pendidikan memerlukan fasilitas yang memadai sehingga alat-alat yang digunakan untuk menunjang pembelajaran dapat terpenuhi,” jelas Edy di Ballroom Grandia Hotel Bandung, Kamis (16/09/2021).
Ia menjelaskan, peningkatan mutu PTK dalam Digitalisasi Pendidikan, Dinas Pendidikan Kota Bandung melalui Bidang P3TK melakukan jemput bola Penguatan SDM Sekolah dalam hal pemerataan layanan mutu pendidikan dengan upaya pengembangan dan peningkatan kompetensi guru.
Sebagai informasi, Dinas Pendidikan Kota Bandung menggelar kegiatan Digitalisasi Pendidikan yang dihadiri oleh Kepala Sekolah tingkat SD dan SMP atau yang mewakili. Dengan tujuan memberikan pemahaman terkait aplikasi dan mendorong penerapan digitalisasi Pendidikan di Kota Bandung. *** (fat/irv)
Tim Humas Dinas Pendidikan Kota Bandung
Bandung – Pemerintah Kota Bandung menghibahkan dua bus sekolah kepada Yayasan Daarut Tauhiid. Bus tersebut diberikan bisa untuk kendaraan operasional sekolah, Jumat (17/09/2021).
Hibah bantuan Bus dari Pemkot Bandung yang diberikan sebanyak dua bus kepada pimpinan Yayasan Daarut Tauhiid, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Bus tersebut merupakan aset kendaraan milik Dinas Perhubungan Kota Bandung yang dapat dimanfaatkan kembali untuk masyarakat.
“Mudah-mudahan ini bisa mendatangkan manfaat, dirasakan oleh warga Kota Bandung. Totalnya ada 7 bus lagi dan nanti kita akan perbaiki agar dimanfaatkan masyarakat,” kata Wali Kota Bandung, Oded M Danial di Yayasan Daarut Tauhiid Bandung, Jumat (17/09/2021).
Setelah penyerahan bus sekolah, Oded yang didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar meninjau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Dua sekolah di Yayasan Daarut Tauhiid TK dan SMP Putri merupakan salah satu sekolah piloting yang melaksanakan tatap muka.
“Alhamdulillah sekolah Daarut Tauhiid kualitasnya cukup bagus dan professional. Saya berharap aktivitas semua di Daarut Tauhiid ini baik pendidikan, sosial (Dakwah) berharap terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat baik bagi Kota Bandung, Jawa Barat, dan juga Indonesia,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar mengatakan, sekolah yang menggelar PTM Terbatas sudah sesuai dengan pedoman. Tentu saja prioritasnya tetap mengutamakan kesehatan dan kemanan warga sekolah.
“Tentu saja dengan prinsip kehati-hatian dengan memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan bagi para PTK maupun peserta didik,” jelas Hikmat di Bandung, Jumat (17/09/2021).
Ia pun menjelaskan bahwa sekolah yang diizinkan PTM Terbatas sudah diverifikasi baik melalui daftar periksa melalui sistem maupun langsung di lapangan oleh tim verifikator gabungan. Di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan satgas kewilayahan. (fat/irv) ***
Bandung – Guru atau Tutor diharapkan dapat meningkatkan kompetensi pembelajaran secara bertahap dan berkesinambungan. Hal ini untuk diimplementasikan dan memberikan pengimbasan dalam penyelenggaraan pendidikan non-formal atau kesetaraan, Bandung, Senin (20/09/2021).
“Guru dan tutor adalah pokok utama dalam transformasi pendidikan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar saat membuka Workshop Pengembangan Kompetensi Dan Inovasi Pembelajaran dalam rangka Meningkatkan Profesionalisme 120 Tutor di Kota Bandung, Atlantic Hotel, Senin, (20/09/2021).
Hikmat menyampaikan bagaimana mereview kembali untuk mendapatkan hal yang baru lagi baik dari aspek regulasi maupun secara teknis pembelajaran yang dilakukan di lapangan. Selain itu, guru atau tutor merupakan ujung tombak keberhasilan penyelenggaraan pendidikan dan mutu pendidikan di Indonesia khususnya di masa yang akan datang.
“Karena saat ini pola pembelajarannya sudah pembelajaran paradigma baru, dengan melahirkannya program merdeka belajar oleh pemerintah pusat dan patutnya itu adalah profil Pelajar Pancasila,” jelasnya.
Menurutnya menjadi tutor harus memahami tugas pokok dan funsi, tidak hanya menggugurkan kewajiban. Namun harus ada nilai dan makna karena kita menjadi bagian transformasi pendidikan kepada para peserta didik.
“Mari kita mendidik mereka dengan hati yang ikhlas, mumpung masih ada kesempatan karena kesempatan tidak akan hadir dua kali, maka sedekah ilmu itu akan sangat bermanfaat bagi kita” tegasnya.
Hikmat berpesan bermimpilah agar mempunyai alumni alumni yang bisa menguatkan ekonomi di Indonesia, bagaimana menguatkannya yaitu semuanya harus solid, saling menguatkan bukan saling melemahkan. *** (amf/fat/irv)
Tim Humas Dinas Pendidikan Kota Bandung
Bandung – Angin segar setelah hampir dua tahun pelajaran kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online atau daring akibat pandemi Covid1-19, akhirnya sekolah kembali dibuka. Seluruh warga Kota Bandung mulai dari guru, orang tua dan siswa mendukung pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sekolah Dasar (PPSD) Dinas Pendidikan Kota Bandung, Bambang Ariyanto menjelaskan, persentase dukungan atau siap PTM terbatas di tahapan 2 ini meningkat dibanding sebelumnya. Hasil survei pada Agustus 2021 sebanyak 97,1 persen dari 10.000an, 98 persen dari 44.000 siswa dan 97 persen dari 6.000 Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) siap melaksanakan tatap muka.
“Disdik melakukan survei kepada orang tua, siswa dan guru hasilnya hampir di sekolah di Kota Bandung persentase siap PTMT lebih banyak, tapi tetap instansi memberikan keleluasaan kepada orang tua untuk memilih tatap muka atau tetap daring,” kata Bambang saat Bandung Menjawab di Auditorium Balai Kota Bandung, Kamis (16/09/2021).
Ia menjelaskan, tatap muka di Kota Bandung diberi nama PTMT bertahap. Sebab pelaksanaan dilakukan secara bertahap. Di antaranya tahapan masa ujicoba atau simulasi, masa transisi, masa adaptasi kebiasaan baru dan masa new normal.
Menurutnya saat ini ada dua kelompok satuan pendidikan dalam pelaksanaan PTM terbatas.Yakni kelompok satu sebanyak 330 sekolah sedang melaksanakan masa transisi sejak 8 September 2021 dengan kapasitas maksimal 50 persen dari siswa yang diizinkan orang tua. Sementara untuk kelompok dua berada di masa ujicoba sebanyak 1.677 sekolah dimulai pada 15 September 2021 dengan kapasitas siswa maksimal 25 persen dari siswa yang diizinkan tatap muka oleh orang tua.
“Tentu fokus atau prioritas pelaksanaan PTM terbatas ini adalah keselamatan dan kesehatan seluruh warga sekolah. Sehingga untuk menyukseskannya diperlukan kerja sama dari berbagai pihak termasuk orang tua siswa agar tetap mengedukasi anak agar tetap patuh protokol kesehatan di mana pun,” tegasnya.
Sebagai informasi, bagi sekolah yang belum dinyatakan lulus verifikasi akan terus dibina oleh instansi terkait dan terus memperbaiki komponen yang dipersyaratan. Selain itu, jika adanya perbedaan waktu pelaksanaan tatap muka, hal ini lumrah karena keputusan ada di satuan pendidikan.
Sementara untuk evaluasi PTM terbatas di Kota Bandung, secara umum baik. Karena seluruh warga sekolah dan orang tua sudah paham dan patuh protokol kesehatan. Untuk sarana dan prasarana pun sudah memadai sesuai dengan pedoman yang terlah dibuat. *** (fat/irv)
Tim Humas Dinas Pendidikan Kota Bandung
Bandung – Dinas Pendidikan Kota Bandung melakukan perjanjian kerja sama dengan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati, rangka penyelanggaraan Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan. Hal ini ditunjukan untuk meningkatkan kualitas bagi guru Pendidikan Agama Islam, Rabu (08/09/2021).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar menyampaikan kerja sama ini sebagai awal yang baik untuk senantiasa meningkatkan sinergitas dalam segala hal. Tentu dengan tujuan meningkatkan pelayanan terbaik untuk para pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) yang ada di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bandung terutama guru Pendidikan Agama Islam (PAI).
“Kami juga harus meningkatkan kualitas mental sumber daya manusia kita khususnya di bidang rohani,” kata Hikmat di Ruang Opro Disdik, Bandung, Rabu (08/09/2021).
Sementara, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati, Aan Hasanah menyebutkan hampir sebagian besar guru PAI di Kota Bandung adalah alumni UIN Bandung. Sehingga adanya tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas dan kompetensinya.
Ia pun berharap dengan kerja sama ini dapat memberikan kontribusi yang sangat besar, serta sebagai upaya untuk meningkatkan IPM bagi Pemerintah Kota Bandung.
“Guru PAI juga harus menjadi garda terdepan untuk bersama sama meningkatkan kecerdasan anak bangsa,” ujarnya. (amf/fat/irv)
Tim Humas Dinas Pendidikan Kota Bandung
Bandung – Sekolah di Kota Bandung kembali dibuka untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) tahapan 2 atau transisi. Protokol kesehatan Covid-19 pun sangat ketat sesuai dengan regulasi dan diawasi langsung oleh Satgas sekolah, Rabu (08/09/2021).
Sekretaris Daerah (Sekda), Ema Sumarna bersama Dinas Pendidikan dan jajaran meninjau langsung proses PTM terbatas hari pertama. Pelaksanaan ini sesuai dengan rencana dan warga sekolah dinilai sudah paham terkait protokol kesehatan.
“Yang mengembirakan, semua warga sekolah sudah memahami protokol kesehatan. Mudah-mudahan secara bertahap juga dipahami oleh seluruh siswa yang belajar,” kata Ema di SMP & SMA PGII 1 Bandung, Rabu (08/09/2021).
Menurutnya, secara subtansi dan kualitas mata pelajaran yang diberikan baik secara daring maupun luring harus sama. Tentu seluruh siswa yang telah diizinkan oleh orang tua untuk mengikuti tatap muka akan belajar secara bergantian dengan kapasitas 25-50 persen perkelas.
“Kita berdoa mudah-mudahan tidak ada hal-hal yang tidak diharapkan misal ada kasus Covid-19. Ini akan terus dievaluasi setiap minggunya,” jelasnya.
Dengan tegas, lanjutnya, jika ada sekolah yang melanggar aturan protokol kesehatan maka akan diberi peringatan. Bahkan jika sekolah tidak memperbaiki atau membandel akan langsung ditutup dan tidak diperkenankan untuk melanjutkan PTM terbatas ini.
“Kalau ada pelanggaran, pertama kita beri peringatan. Kalau membandel pelanggaran kedua, ya bisa ditutup kembali (lanjutkan) ke PJJ,” tegasnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar mengatakan PTM terbatas di hari pertama berjalan dengan lancar setelah dilakukan peninjauan secara langsung bersama Pemkot Bandung.
“Secara umum di hari pertama PTM terbats berjalan dengan lancar dan baik. Kita telah menyaksikan bersama bahwa pola pembelajaran pun sudah diatur sesuai dengan panduan yang telah ditetapkan,” kata Hikmat Ginanjar setelah melakukan peninjauan, Bandung, Rabu (08/09/2021).
Hikmat menjelaskan, pada intinya satuan pendidikan yang menyelenggarakan sudah memahami dan mengimplementasikan aturan pelaksanaan di satuan pendidikan masing-masing. Disdik Kota Bandung sangat mengapresiasi pada seluruh satuan pendidikan, guru, orang tua dan para peserta didik yang telah berpartisipasi melakukan pembelajaran ini dengan penuh kehati-hatian dan tetap menjaga kesehatan serta keselamatan semua.
“Mari kita dukung program ini dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Mudah-mudahan proses tatap muka ini bisa lebih luas lagi,” ujarnya.
Perlu diketahui, bagi orang tua siswa tetap diberi kesempatan untuk memilih PTM terbatas atau tetap PJJ. Namun porsi pembelajaran tetap sama, sebab para guru akan memberikan pelayanan secara. *** (fat/irv)
Tim Humas Dinas Pendidikan Kota Bandung
Bandung – Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar mengatakan tujuan pendidikan Indonesia saat ini mewujudkan Pelajar Pancasila sesuai dengan visi dan misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek). Hal ini disampaikan dalam sambutan acara Serah Terima Jabatan Plt. Satuan Pendidikan Formal SD dan SMP Negeri di Lingkungan Kota Bandung, Kamis (2/09/2021).
Ia berpesan kepada para pejabat baru yang telah menerima surat perintah (SP) untuk dapat menjalankan amanah dan kepercayaan ini dengan baik. Ini adalah tanggung jawab untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di Kota Bandung.
“Kepercayaan ini diberikan kepada Ibu Bapak maka harus ditunaikan dengan baik,” kata Hikmat di Aula Dinas Pendidikan Kota Bandung, Kamis (2/09/2021).
Selain itu, ia pun berterima kasih kepada para purnabakti yang telah mengabdikan diri di dunia pendidikan Kota Bandung. Namun, masa pensiun bukan akhir dari segalanya karena sebagai insan Tuhan diperintahkan untuk tetap berkarya dan bermanfaat untuk lingkungan.
“Ibu Bapak diberi kesempatan untuk pension, maka perlu disyukuri. Setelah mengabdi kepada nusa dan bangsa, masuk episode berikutnya di mana Ibu Bapak memiliki peran masing-masing di lingkungan sekitar,” ucapnya.
Sebagai informasi, berikut nama-nama yang menerima SP Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung sebagai Plt. Kepala Sekolah.
*** (fat/irv)
Tim Humas Dinas Pendidikan Kota Bandung